Previous Next

Musda ke-3 IPSPI Jawa Timur: Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Provinsi: DKI Jakarta

Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Provinsi Jawa Timur, menghelat agenda besar berupa Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 yang bertempat di Hotel Amaris Surabaya. Musda yang dihelat pada Sabtu-Ahad, 9-10 Oktober 2021 ini, merupakan agenda rutin tiga tahunan yang diorientasikan untuk melakukan penyegaran pengurus, sekaligus ajang pertanggungjawaban akhir pengurus dan anggota sebelum periodesasinya berakhir.

Kegiatan ini merupakan manifestasi ketaatan pengurus DPD IPSPI Jatim dalam menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Musda ke-3 IPSPI ini, dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, yakni seluruh pengurus harian IPSPI Jawa Timur, meliputi Dewan Pengawas Etik, Dewan Penasehat, Ketua, Sekretaris dan Bendahara, serta sejumlah perwakilan dari masing-masing bidang. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah anggota IPSPI dari beberapa daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan rekanan seperti anggota non-kesejahteraan sosial (non-kesos).

Musda yang diikuti 44 orang ini, harusnya sudah digelar pada bulan Maret 2021 lalu, namun karena sejumlah kendala, baik kendala organisasi maupun kondisi karena pandemi Covid-19, akibatnya kegiatan yang sesungguhnya cukup penting dan strategis ini terpaksa tertunda dan baru bisa dilaksanakan bulan ini.
Salah satu hal terpenting yang menjadi tantangan DPD IPSPI Jatim ialah, masih lemahnya kesadaran anggota akan arti pentingnya IPSPI bagi mereka, sehingga tergerak kesadaran untuk mendinamisasi organisasi agar tampak lebih survive.

Sebagian besar anggota IPSPI masih lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada organisasi, sehingga terkesan “habis manis sepah dibuang”. Anggota hanya terlihat ketika sedang membutuhkan untuk membuat atau memperpanjang kartu keanggotaan IPSPI, serta saat membutuhkan “sertifikat” sebagai tanda bukti telah mengikuti uji kompetensi peksos. Dapat dikata, anggota IPSPI yang benar-benar peduli dengan organisasi IPSPI ini dapat dihitung dengan jari. Mereka ini yang benar-benar menyediakan waktu khusus demi untuk menjaga agar IPSPI benar-benar eksis, selebihnya hanya hadir saat kepentingan pribadinya terkait dengan IPSPI belum terpenuhi.

Selama ini DPD IPSPI Jatim sudah berupaya secara optimal dalam memfasilitasi, memberikan pelayanan kepada anggota dan merancang kegiatan yang strategis dan progresif. Sejumlah kegiatan yang telah sukses dilaksanakan DPD IPSPI Jatim periode 2018-2021 ini yaknk pelatihan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam praktik pekerjaan sosial, dengan bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Kesos FISIP UMM. Selain itu, meski dalam masa pandemi yang cukup panjang, DPD IPSPI Jatim tidak lelah dalam melaksanakan kegiatan. Diantaranya webinar tentang bagaimana tanggap darurat pada situasi kondisi pandemi, pelatihan capacity building tentang Peksos dan juga pelatihan persiapan uji kompetensi.
Di bidang lain, DPD IPSPI Jatim juga mencoba melirik bisnis demi untuk menjaga survive IPSPI di Jatim agar bisa lebih berdaya secara ekonomi, sehingga secara langsung atau tidak langsung dapat membiayai dirinya sendiri tanpa harus menunggu iuran wajib anggota. Kegiatan ekonomi ini dilakukan dengan memanfaatkan dana kas organisasi agar tidak stagnan di buku tabungan yang sangat mungkin seiring waktu akan dapat habis untuk kegiatan organisasi. Estama merupakan salah satu produk usaha DPD IPSPI Jatim yang dijalankan, baik secara online dan offline.

Kembali pada faktor lemahnya “rasa memiliki” dari anggota terhadap organisasi, sangat dibutuhkan upaya-upaya organisasi secara lebih tegas dan jelas. Tanpa ada upaya-upaya yang sistematis dan strukturalis dari organisasi, sampai kapan pun keberadaan IPSPI akan dipandang sebelah mata, serta hanya dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek yang bersifat personal. Harus diakui dan disadari bersama, bahwa ke depan Peksos merupakan profesi yang cukup menarik. Karena itu, IPSPI sebagai wadah Peksos harus semakin di mantapkan kekuatannya. Entah bagaimana caranya, semoga pada Musda ke-3 ini mampu merumuskan pula formula-formula demi untuk eksistensi kelembagaan IPSPI. Sehingga tidak hanya fokus pada siapa yang menjadi pengurus, mungkin satu hal penting yang harus digaris-bawahi bahwa saat ini IPSPI masih menghadapi problematik yang dilematis, yang berupa lemahnya rasa bangga dengan profesi sebagai Peksos. Semoga melalui forum Musda ini, bersemi kembali semangat-semangat baru dalam upaya untuk memantapkan posisi IPSPI di kalangan Peksos. Semoga perhelatan ini berjalan dengan lancar dan sukses dalam menyusun kepengurusan yang jauh lebih sempurna. Salam Charity 💪
Penulis : Eny Choi (Bidang Pengembangan dan Potensi Praktik)

Connect with us

Jl. Dewi Sartika 200, Cawang Jaktim

  • dummy+1 (2) 345 6789

  • dummy+1 (2) 345 6789

  • dummy sekretariat@ipspi.org

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information

Search