Home
  • Register

IPSPI Sulawesi Tenggara Jangkau Lansia & Anak Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Palu, 15 Oktober 2018 - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Sulawesi Tenggara secara proaktif terus memberikan bantuan kepada penyintas gempa dan tsunami yang melanda tiga wilayah di Sulawesi Tengah yakni Palu, Sigi dan Donggala.

Sebagai profesi pertolongan kemanusiaan, sejak hari pertama gempa, IPSPI Sultra telah mengirimkan bantuan kebutuhan sehari-sehari seperti beras, pakaian, selimut, makanan siap saji dan obat obatan". Ungkap Syamsuddin, selaku ketua IPSPI Sulawesi Tenggara.

Selain itu, IPSPI juga menurunkan Tim untuk menolong penyintas yang paling rentan yakni lansia dan anak.

Terdapat dua Tim yang berangkat secara terpisah dengan lokasi berbeda yakni Tim dukungan psikososial anak, untuk membantu anak anak pengungsian di asrama Haji makassar dengan koordinator Yuyun Yulia, yang juga berprofesi sebagai supervisor pekerja sosial anak Sulawesi Tenggara. Tim ini dengan menerapkan tehnik play therapy dan Family Discussion Session untuk membantu anak memulihkan kondisi psikososialnya.

Tim kedua dengan koordinator Jasman (Pekerja Sosial Khusus Lansia), difokuskan untuk membantu lansia di wilayah Sigi, Palu dan Donggala. Di lapangan, secara teknis  IPSPI berkolaborasi dengan Tim Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia  (LRSLU) Kemensos dan Tim Loka Rehabilitasi Sosial Lansia (LRSLU) Minaula Kendari.

Salah satu permasalahan lansia penyintas bencana alam adalah keterbatasan mobilitas dalam  mengakses bantuan di posko posko Induk. Kebanyakan mereka tinggal di tenda tenda swadaya yang bersifat darurat. Bahkan mereka sering luput dari bantuan baik dari instansi pemerintah maupun dari relawan.

Karena itulah, Tim Direktorat RSLU bersama dengan tim LRSLU Minaula Kendari dan IPSPI Sulawesi tenggara, menyisir tenda-tenda swadaya mengjangkau para lansia. Hingga hari ke 16 paska gempa, Tim telah menjangkau 76 orang lansia.

Umumnya, secara psikologis mereka masih mengalami trauma dan kecemasan. Sementara secara medis, berdasarkan hasil pemeriksaan, umumnya mengalami tekanan darah tinggi.

Mereka juga mengalami keterbatasan akan pemenuhan kebutuhan sehari-sehari seperti, makanan, air minum dan sanitasi yang buruk. Tenda yang mereka tempati sangat jauh dari layak.  Jika hujan turun, air tergenang bahkan merembes ke dalam tenda. Masalah lain yang mulai muncul di pengungsian adalah masalah kebersihan.

Di beberapa titik pengungsian, kondisinya kotor, sampah seperti sisa makanan berserakan yang menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini semakin mengancam kesehatan para pengungsi terutama lansia. Karena itu masalah kebersihan ini juga perlu mendapatkan perhatian dari tim ataupun dari relawan lainnya.

Merespon masalah dan kebutuhan lansia di atas, tim telah memberikan layanan dukungan psikososial. Menggunakan tehnik konseling dan emotional freedom technique (EFT), pekerja sosial membantu penyintas melepaskan emosi negatifnya. Selain itu, tim juga memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar (seperti makanan siap saji, makanan ringan, penambahan gizi, air mineral, tenda, terpal, selimut dll), pemberian alat bantu serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ringan. Melengkapi pelayanan, tidak lupa tim memberikan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan.

"Selain penjangkauan, lansia yang kehilangan tempat tinggal juga sangat penting diidentifikasi. Sebab mereka ini kemungkinan besar akan mengungsi lebih lama. Karenanya perlu diupayakan untuk mendapatkan tenda keluarga yang lebih permanen. Apalagi cuaca di pengungsian pada malam hari cukup dingin, ditambah dengan angin kencan bahkan sering turun hujan yang semakin menambah kerentanan lansia” ungkap Deni Hamdani, salah seorang tim Direktorat RSLU yang telah bertugas di Palu sejak 10 Oktober 2018.

Penulis : Syamsuddin  

Foto : DPD IPSPI Sultra

  • Tab 1

    IKATAN PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL INDONESIA

     

     

     

     

  • Tab 2

    Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) adalah nama organisasi profesi pekerjaan sosial di Indonesia
    A. Tujuan IPSPI
    1) Mewadahi Pekerja Sosial Profesional di Indonesia,
    2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan professional Pekerja Sosial Indonesia,
    3) Memberikan arah bagi standarisasi praktek pekerjaan sosial dan izin praktek bagi pekerja sosial,
    4) Memberikan perlindungan kepada anggota dan masyarakat penerima pelayanan Pekerja Sosial,
    5) Membina kerjasama guna kemajuan dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme anggota melalui pemupukan rasa kekeluargaan sesame anggota dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi keilmuan dan profesi lainnnya baik di dalam maupun di luar negeri,
    6) Melaksanakan pembangunan nasional Indonesia pada umumnya, serta secara khusus pembangunan sosial dan pelayanan kesejahteraan sosial.

KONTAK KAMI

Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Lt.3

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.