Home
  • Register

Laporan Kegiatan Rapat Kerja Nasional DPP IPSPI 2016 - 2019

By: Agustus Fajar

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia di Pusat Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial dan Penyuluhan Sosial pada tanggal 29 Juli 2016 dihadiri oleh 30 orang perwakilan DPD dan pengurus DPP IPSPI, dengan hasil sebagai berikut :  

 a. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial Dan Penyuluh Sosial, Manggana Lubis menyampaikan dalam arahannya bahwa Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia harus konsisten menjalankan amanah. Organisasi ini cukup besar namun perlu ditingkatkan silaturahmi dengan pekerja sosial yang ada, rasa memiliki, dan harus mempunyai cita cita dan harapan yang besar kedepan bahwa kemensos akan diwarnai oleh pekerja sosial profesional. Beliau mengharapkan agar jangan membeda-bedakan golongan almamater dan latar belakang pekerja sosial. Pemimpin yang “adem” akan meningkatkan kreatifitas dan inovasi dari anggotanya. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peran pekerja sosial di masyarakat yaitu mensosialisasikan profesi pekerja sosial ke berbagai bidang dan sektor, kontribusi dalam mengubah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara mengenai fungsional pekerja sosial, peraturan menteri sosial, dan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan, juga diharapkan nantinya agar mahasiswa kesejahteraan sosial yang lulus mendapatkan dua sertifikat yakni sertifikat sarjana dan setifikat profesi. Hal lainnya yang tidak kalah pentingnya disampaikan bahwa organisasi harus mempunyai pendanaan dalam melakukan kegiatan. Diharapkan untuk keberlangsungan kegiatan keorganisasian, IPSPI berupaya melakukan pendekatan ke Kementerian/Lembaga dan organisasi/lembaga yang menjadi mitra IPSPI. Di akhir sambutannya, disampaikan bahwa organisasi IPSPI harus menjadi organisasi yang “ngangenin” dalam arti kata setiap pekerja sosial rindu kepada rumahnya dalam hal ini rindu kepada organisasi IPSPI baik dalam keadaaan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

b. DR Didiet Widiowati (Ketua Umum IPSPI) kita harus auto kritik tentang keberadaan kita sebagai profesi pekerja sosial karena dengan itu kita dapat mengintrospeksi diri untuk kemajuan profesi pekerja sosial kedepannya. Keberadaan Dewan Pengurus Daerah akan dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Dewan Pengurus Pusat. Partisipasi daerah akan lebih ditingkatkan dan penambahan DPD akan dilakukan karena masih banyak pekerja sosial di beberapa provinsi yang belum terwadahi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD). 

DOWNLOAD HASIL RAKORNAS

 

 

 

  • Tab 1

    IKATAN PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL INDONESIA

     

     

     

     

  • Tab 2

    Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) adalah nama organisasi profesi pekerjaan sosial di Indonesia
    A. Tujuan IPSPI
    1) Mewadahi Pekerja Sosial Profesional di Indonesia,
    2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan professional Pekerja Sosial Indonesia,
    3) Memberikan arah bagi standarisasi praktek pekerjaan sosial dan izin praktek bagi pekerja sosial,
    4) Memberikan perlindungan kepada anggota dan masyarakat penerima pelayanan Pekerja Sosial,
    5) Membina kerjasama guna kemajuan dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme anggota melalui pemupukan rasa kekeluargaan sesame anggota dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi keilmuan dan profesi lainnnya baik di dalam maupun di luar negeri,
    6) Melaksanakan pembangunan nasional Indonesia pada umumnya, serta secara khusus pembangunan sosial dan pelayanan kesejahteraan sosial.

KONTAK KAMI

Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Lt.3

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.