Home
  • Register

Diskusi RUU Praktik Pekerjaan Sosial

By: Maykel Situmorang

Rancangan Undang-undang Praktik Pekerjaan Sosial mendapat sorotan para praktisi, akademisi, dan birokrasi akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, informasi yang berkembang RUU Peksos sempat masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR namun belum ada perkembangan yang jelas. Para Pekerja Sosial menantikan kelahiran Undang-undang yang menguatkan posisi profesi pekerjaan sosial dalam melaksanakan praktiknya. Rancangan Undang-undang Praktik Pekerjaan Sosial mendapat sorotan para praktisi, akademisi, dan birokrasi akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, informasi yang berkembang RUU Peksos sempat masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR namun belum ada perkembangan yang jelas. Para Pekerja Sosial menantikan kelahiran Undang-undang yang menguatkan posisi profesi pekerjaan sosial dalam melaksanakan praktiknya.

 

Kemarin (15/04), Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) menyelenggarakan diskusi “Melirik Perkembangan RUU Peksos”. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wib di Gedung Suara Merdeka, Jl. Wahid Hasyim No.2, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur, antara lain Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI), Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, DNIKS, STISIP Widuri, DPD IPSPI DKI Jakarta, DPD IPSPI Jawa Barat, Pekerja Sosial yang bekerja di pemerintahan (BNPB, Kementerian Hukum dan Ham, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Sosial), Pekerja Sosial yang bekerja pada Isu anak, adiksi, dan kesehatan jiwa, serta Tim Social Work Sketch (SWS).

Kegiatan dipandu oleh DR. Puji Pujiono, Pekerja Sosial Senior yang saat ini bekerja di Komisi Regional PBB untuk Ekonomi dan Sosial di Asia-Pasifik (ESCAP). Diskusi tersistematis mengenai proses, susunan rancangan undang-undang, dan advokasi yang telah dilakukan selama ini. Seluruh pihak sepakat, untuk bersama-sama mengawal RUU tersebut hingga akhir.

Tindak lanjut diskusi tersebut yaitu; (1) Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) akan mengadakan pertemuan pada minggu keempat bulan April terkait rencana advokasi RUU Peksos, (2) Konsorsium akan menyurati Menteri Sosial untuk menindaklanjuti rencana RUU Peksos, (3) Konsorsium akan mengembangkan dan memperkaya draft RUU Peksos yang telah disiapkan oleh STKS, (4) Konsorsium akan menyampaikan kembali pandangan serta perkembangan draft RUU Peksos kepada Komisi VIII DPR RI pada bulan April ini. 

Melalui diskusi ini, seluruh pihak mencoba mengumpulkan kembali masukan-masukan terkait materi, serta dukungan dari berbagai kalangan. Harapannya seluruh Pekerja Sosial dapat mendukung RUU ini hingga tuntas. (MIS)

Gambar 1: DR. Puji Pujiono sedang mengarahkan diskusi 

SUMBER : http://socialworksketch.com

Download Hasil Notulen 

1. Versi Bahasa Indonesia

2. Versi bahasa Inggris

 

  • Tab 1

    IKATAN PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL INDONESIA

     

     

     

     

  • Tab 2

    Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) adalah nama organisasi profesi pekerjaan sosial di Indonesia
    A. Tujuan IPSPI
    1) Mewadahi Pekerja Sosial Profesional di Indonesia,
    2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan professional Pekerja Sosial Indonesia,
    3) Memberikan arah bagi standarisasi praktek pekerjaan sosial dan izin praktek bagi pekerja sosial,
    4) Memberikan perlindungan kepada anggota dan masyarakat penerima pelayanan Pekerja Sosial,
    5) Membina kerjasama guna kemajuan dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme anggota melalui pemupukan rasa kekeluargaan sesame anggota dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi keilmuan dan profesi lainnnya baik di dalam maupun di luar negeri,
    6) Melaksanakan pembangunan nasional Indonesia pada umumnya, serta secara khusus pembangunan sosial dan pelayanan kesejahteraan sosial.

KONTAK KAMI

Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Lt.3

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.