Home
  • Register

Diskusi dan Kerjasama IPSPI, IPPSI dengan Presiden APASWE

Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) dan Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) pada hari Senin 10 Mei 2010mengadakan diskusi dan kerjasama dengan Presiden Asian Pacific Social
Work Education (APASWE), Prof. Tatsuru Akimoto dan Board APASWE, Prof. Decha Sungkawan di Gedung STISIP Widuri jalan Palmerah Barat Nomor 353 Jakarta Selatan. Tampak hadir Tata Sudradjat (Ketua IPSPI) dan Rudi Safrudin Darwis (Sekjen IPPSI), Ny. Leoni Radius Prawiro (Ketua Yayasan Widuri), pengurus IPSPI, IPPSI, LSM, para pengajar dan mahasiswa STISIP Widuri. Pertemuan ini membahas tentang Hubungan Kerjasama dengan APASWE di Bidang Pendidikan dan Praktek Pekerjaan Sosial di Indonesia kesejahteraan sosial.


Rudi Safrudin Darwis mengatakan bahwa fokus IPPSI adalah pendidikan dan IPSPI adalah praktek. Adanya kunjungan dari APASWE ini diharapkan dapat mengetahui apa yang terjadi di lingkup asia pasifik dan dapat menjadi anggota APASWE. Menurut Tata Sudrajat, adanya UU nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang didalamnya mengupas tentang Sertifikasi pekerja sosial didukung oleh Permensos Nomor: 108/HUK/2009 tentang Sertifikasi bagi Pekerja Sosial Profesional dan Tenaga Kesejahteraan Sosial, menitikberatkan pada skill dan lisensi yang kemudian dari kompetensi ini akan muncul kurikulum. Selanjutnya Tata mengatakan bahwa IPSPI, IPPSI, Pemerintah dan DNIKS akan duduk sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan saat ini IPSPI berupaya untuk menentukan standarisasi dan praktek serta promosi pekerjaan yang arahnya adalah kebijakan publik.
Prof. Tatsuru Akimoto dan Prof. Decha Sungkawan mengemukakan bahwa anggota APASWE sekarang telah berjumlah 200 anggota dari 20 negara. Keuntungan menjadi anggota APASWE adalah dapat menjadi jendela/jembatan untuk melihat aktivitas internasional dan berbagi pengalaman dan jaringan. Keberadaan organisasi profesi sejenis IPPSI dan IPSPI pada masing-masing negara mempunyai kelebihan dan kekurangan, seperti di Korea, organisasi profesional lebih kuat daripada organisasi pendidikan, tetapi di India yang terjadi adalah sebaliknya. Keanggotaan dalam APASWE adalah Perguruan Tinggi atau individu yang bergerak dalam pendidikan pekerjaan sosial. Biaya pendaftaran untuk anggota Perguruan Tinggi dari negara berkembang sebesar US $ 15 dan anggota individu sebesar US $ 6.00. Untuk lebih jelasnya dapat melihat http://www.a paswe.info/contact.html. Adapun poin yang akan dijadikan standar pendidikan dan praktek pekerjaan sosial adalah definisi pekerjaan sosial, standar pendidikan global, kurikulum inti dan kode etik.
OLEH : Indri Indarwati

  • Tab 1

    IKATAN PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL INDONESIA

     

     

     

     

  • Tab 2

    Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) adalah nama organisasi profesi pekerjaan sosial di Indonesia
    A. Tujuan IPSPI
    1) Mewadahi Pekerja Sosial Profesional di Indonesia,
    2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan professional Pekerja Sosial Indonesia,
    3) Memberikan arah bagi standarisasi praktek pekerjaan sosial dan izin praktek bagi pekerja sosial,
    4) Memberikan perlindungan kepada anggota dan masyarakat penerima pelayanan Pekerja Sosial,
    5) Membina kerjasama guna kemajuan dalam pengembangan keilmuan dan profesionalisme anggota melalui pemupukan rasa kekeluargaan sesame anggota dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi keilmuan dan profesi lainnnya baik di dalam maupun di luar negeri,
    6) Melaksanakan pembangunan nasional Indonesia pada umumnya, serta secara khusus pembangunan sosial dan pelayanan kesejahteraan sosial.

KONTAK KAMI

Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Lt.3

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.